Akses Kontrol

Access Control - RFID - Electromagnetic Locks

Akses Kontrol

Akses kontrol adalah perangkat yang mengatur hak akses pengguna untuk memasuki suatu ruangan atau lokasi.

Akses kontrol pintu YA-82-DK

Door Access Control YA-82

Akses kontrol YA-86

Electromagnetic Locks

Electromagnetic Locks atau kunci elektromagnetik adalah alat pengunci pintu otomatis yang biasanya dipasang pada kusen dan piring angker pada pintu.

Electromagnetic locks tipe electric strike ACL-ES01

Drop Bolt ACL-EB03

Kunci Magnetik ACL-MD600 MDL1200

Push Button

Push button adalah tombol untuk membuka pintu yang menggunakan kunci elektromagnetik (electromagnetic door locks).

Push Button Stealth DR-01

Stealth Push Button DR-03

Tombol Pembuka Pintu Darurat Kebakaran DR-04

Definisi Akses Kontrol

Dalam lingkungan kantor yang sibuk perangkat pengendali pintu akan membantu mencegah orang yang tidak berwenang masuk ke daerah terlarang. Anda dapat membuat keamanan dengan lebih efektif dengan mengintegrasikan kontroler pintu dengan panel alarm, sistem HVAC, dan sistem CCTV.

Pengertian Akses Kontrol

Dalam sistem keamanan, pengertian akses kontrol adalah akses pembatasan selektif ke suatu tempat atau sumber daya lainnya. Definisi akses kontrol biasanya merujuk pada pembatasan akses untuk memasuki suatu ruangan, properti, atau bangunan hanya kepada orang yang diberi wewenang. Sistem akses kontrol akan membatasi siapa saja yang diperbolehkan keluar masuk, lokasi yang diizinkan untuk keluar masuk dan kapan mereka diizinkan untuk mengakses properti tersebut.

Macam-Macam Akses Kontrol

1. Akses Kontrol Fisik

Akses berarti tindakan memasuki suatu tempat atau menggunakan sesuatu. Sedangkan otorisasi adalah izin untuk mengakses suatu sumber daya. Akses kontrol fisik adalah akses yang umum diberikan pada orang tertentu dengan pembatas berupa pintu atau pagar untuk menghindari akses dari orang yang tidak diberi wewenang. Kontrol akses secara fisik dilakukan dengan cara mekanis seperti kunci atau dengan teknologi yang disebut sistem akses kontrol. Hak akses hanya bagi yang diberi wewenang sangat bermanfaat untuk melindungi properti dan barang berharga lainnya bila didukung dengan kamera CCTV.

Secara konvensional, akses untuk memasuki suatu lokasi menggunakan kunci. Saat sebuah pintu terkunci, maka hanya orang yang memegang kuncilah yang bisa masuk ke tempat tersebut. Kunci manual tidak akan membatasi pemegang kunci untuk masuk pada waktu tertentu. Kekurangan kunci adalah tidak adanya data kapan saja pintu tersebut digunakan. Kelemahan kunci lainnya adalah ia dapat dengan mudah diduplikasi atau dipegang oleh orang yang tidak berhak. Saat kunci hilang maka untuk mengakses tempat tersebut maka dibuat kunci yang baru.

2. Akses Kontrol Elektronik

Akses kontrol elektronik adalah akses yang menggunakan media elektronik untuk mengatasi kelemahan pada kunci biasa. Dengan akes kontrol elekteronik maka ada banyak jenis hak akses yang dapat digunakan untuk menggantikan fungsi kunci biasa. Setiap data akses akan dicatat oleh sistem. Saat akses ditolak, pintu tetap terkunci dan usaha untuk mengakses tersebut juga akan tercatat. Sistem akses kontrol elektronik juga dapat membunyikan alarm jika dibiarkan terbuka terlalu lama atau dibuka secara paksa.

Sistem Akses Kontrol

Cara kerja akses kontrol adalah sebagai berikut:

  1. User memasukan data pada pembaca
  2. Pembaca mengirim informasi ke panel kontrol.
  3. Panel kontrol akan membandingkan nomor tersebut dengan daftar kontrol akses yang sudah tersimpan, menyetujui atau menolak permintaan, dan mengirimkan log transaksi ke database.
  4. Ketika suatu akses ditolak karena tidak cocok dengan database maka pintu akan tetap terkunci.
  5. Jika ada kecocokan antara nomor dan database kontrol maka panel kontrol akan mengoperasikan relay untuk membuka pintu.

Reader juga akan memberikan tanda kepada user seperti lampu LED merah berkedip untuk akses ditolak dan lampu hijau untuk akses yang disetujui. Panel kontrol akan mengabaikan sinyal bila pintu yang terbuka untuk mencegah alarm berbunyi.

Suatu akses dapat digunakan oleh orang yang tidak berwenang. Sebagai contoh, A memiliki hak akses dengan kartu untuk masuk ke ruangan, tetapi B tidak. Bila A memberikan kartu tersebut pada B, atau B mengambil kartu secara sembunyi maka B akan memiliki hak akses ke ruangan tersebut. Untuk mencegah terjadinya hal ini, maka dapat menggunakan metode otentifikasi dengan dua faktor seperti PIN, kartu, atau biometrik seperti pengenal wajah face recognition dan sidik jari.

Jenis otentikasi yang umum digunakan

  1. Sesuatu yang hanya diketahui oleh user, PIN atau password
  2. Item yang dimiliki oleh user seperti kartu atau key fob
  3. Identitas biometrik user seperti fingerprint, wajah, dan suara

Titik kontrol akses bisa berupa pintu, pagar, gerbang parkir, lift, atau penghalang fisik lainnya, di mana akses dapat dikontrol secara elektronik. Metode akses kontrol yang paling umum adalah password. Akses kontrol pintu bisa berupa panel untuk memasukkan PIN, card reader, atau juga pembaca biometrik seperti mesin fingerprint. Reader tidak membuat memberikan akses secara langsung, tetapi mengirim nomor kartu ke kontrol panel yang akan memverifikasi nomor dengan database yang sudah tersimpan.

Untuk memantau posisi pintu dapat digunakan kunci elektromagnetik. Umumnya hanya entri masuk yang dikendalikan, dan akses untuk keluar tidak dibatasi. Bila diperlukan pembatasan akses keluar, maka diperlukan pembaca akses di kedua sisi pintu. Dalam kasus di mana akses keluar tidak perlu dikontrol, maka akses dapat menggunakan push-button atau motion detector. Saat tombol ditekan atau detektor mendeteksi adanya gerakan di dekat pintu maka pintu akan membuka.

Topologi Akses Kontrol Pintu

Pemberian akses dilakukan dengan membandingkan input dengan database akses yang sudah tersimpan. Hal ini bisa dilakukan oleh host/server, panel kontrol atau oleh reader input. Topologi dominan biasanya menggunakan koneksi serial RS-485. Beberapa produsen akses kontrol biasanya menggunakan pengambilan keputusan akses dengan menempatkan controller pada pintu. Kontroler diaktifkan dengan IP dan terhubung ke sebuah host dan database menggunakan jaringan standar.

Tipe pembaca input akses kontrol

Pembaca akses kontrol diklasifikasikan berdasarkan kemampuan fungsinya yaitu terbagi reader standar, semi-intelligent, dan pembaca cerdas.

Pembaca Standar (non-intelligent)

Tipe pembaca ini hanya membaca nomor kartu atau PIN dan meneruskannya ke panel kontrol. Untuk identifikasi dengan teknologi biometrik maka data keluaran adalah nomor ID pengguna. Biasanya protokol Wiegand digunakan untuk transmisi data ke panel kontrol, tapi bisa juga menggunakan RS-232, RS-485. Tipe standar ini adalah jenis pembaca akses kontrol yang paling populer.

Pembaca Semi-cerdas (Semi-intelligent readers)

Jenis pembaca akses kontrol ini memiliki semua input dan output yang diperlukan untuk mengendalikan pintu seperi mengunci, door contact dan tombol keluar tapi tidak membuat keputusan akses. Ketika pengguna menempelkan kartu atau memasukkan PIN, maka pembaca akan mengirimkan informasi tersebut ke pengendali utama dan menunggu responnya. Jika sambungan ke pengendali utama terganggu mak pembaca akan berhenti bekerja atau fungsi dalam mode terdegradasi. Pembaca semi-cerdas ini biasanya terhubung ke panel kontrol melalui RS-485.

Pembaca cerdas (intelligent readers)

Tipe reader ini memiliki semua input dan output yang diperlukan untuk mengendalikan perangkat keras pintu juga memiliki memori dan daya proses yang diperlukan untuk membuat keputusan akses independen. Seperti halnya pembaca semi-cerdas, tipe ini terhubung ke panel kontrol melalui RS-485. Panel kontrol mengirimkan update konfigurasi, dan mengambil data transaksi dari pembaca. Ada juga generasi baru pembaca cerdas yang disebut pembaca IP. Sistem pembaca IP ini biasanya tidak memiliki panel kontrol tradisional, dan pembaca berkomunikasi langsung ke PC yang bertindak sebagai host.

Beberapa pembaca mungkin memiliki fitur tambahan seperti layar LCD, kamera / speaker / mikrofon untuk interkom, smart card read/write support, dan tombol fungsi dengan tujuan pengumpulan data seperti clock-in / clock-out untuk laporan absensi karyawan.

Topologi Akses Kontrol

Hak akses diberikan dengan membandingkan input dengan daftar kontrol akses yang sudah tersimpan. Hal ini bisa dilakukan oleh host atau server, panel kontrol, atau oleh reader input. Topologi dominan akses kontrol pintu biasanya melalui koneksi serial seperti RS-485. Beberapa manufaktur biasanya menggunakan pengambilan keputusan akses dengan menempatkan controller pada pintu. Kontroler diaktifkan dengan IP dan terhubung ke sebuah host dan database menggunakan jaringan standar.

Istilah Sistem Akses Kontrol & Fiturnya

Sistem Akses Kontrol

Sistem akses kontrol adalah sistem yang memberi wewenang untuk mengontrol akses ke suatu area dan sumber daya pada fasilitas fisik. Dalam bidang keamanan, istilah akses kontrol merujuk pada praktek pembatasan akses masuk ke sebuah properti, bangunan atau ruangan hanya pada orang yang telah diberi wewenang. Sebuah akses kontrol menentukan siapa yang boleh masuk atau keluar, dimana, kapan dan bagaimana dia harus masuk atau keluar.

Tipe Produk Akses Kontrol

Sebuah sistem akses kontrol memiliki tipe produk berikut yaitu: control panel, standalone controller, readers, credentials dan perangkat lunak (software).

  1. Kontroler Standalone

    Kontroler standalone adalah satu kontrol panel pintu yang memiliki sistem RFID, keypad atau pembaca biometrik built-in.
    Konfigurasi Akses Kontrol Standalone

  2. Kartu Credential

    Kartu atau credential dapat mengandung kode password, nomor atau informasi biometrik yang mengidentifikasi pengguna ke sistem akses kontrol.

  3. Manajemen Perangkat Lunak

    Software akses kontrol akan memungkinkan pengguna untuk memprogram kustom database ke dalam sistem. Parameter akses pemegang kartu dapat diatur serta memungkinkan kontrol pintu otomatis dan kustomisasi sejumlah fitur lainnya.

  4. Proximity Card

    Proximity Card adalah perangkat pembaca yang dikodekan sekali dan kemudian digunakan untuk mengirimkan nilai numerik tetap kepada pembaca pada pita frekuensi 125 KHz.

  5. Smart Card

    Smart card adalah kartu RF contactless dan tag yang beroperasi di pita frekuensi 13,56 MHz. Frekunsi kartu pada 13,56 Mhz menawarkan kode ID yang unik dan aman serta memori yang lebih besar dari Proximity Card biasa.

  6. MIFARE

    MIFARE adalah merek dagang yang paling banyak diinstal pada teknologi contactless smart card di dunia. Teknologi MIFARE didasarkan pada ISO/IEC 14443 standar smart card contactless tipe A 13,56 MHz.

  7. Pembaca Sidik Jari

    Sebuah pembaca sidik jari akan mengidentifikasi dan membandingkan pola unik yang ditemukan pada ujung jari individu dengan pola yang tersimpan pada pembaca atau kontroler mandiri.

  8. Pembaca Vandal-Resistant dan Standalone Pengendali

    Produk tahan-perusakan dirancang untuk dipasang di lokasi yang beresiko terjadi vandalisme.

  9. American Wire Gauge

    AWG adalah sistem standar pengukuran kabel yang digunakan di Amerika Serikat dan daerah lain. Dalam sistem akses kontrol lebih banyak menggunakan kabel bernilai antara AWG 18- 24.

Tipe pembaca akses input akses (readers)

Akses kontrol readers biasanya digolongkan berdasarkan kemampuan fungsinya yaitu:

  1. Standar Readers (non-intelligent)

    Tipe readers ini hanya membaca nomor kartu atau PIN dan kemudian meneruskannya ke panel kontrol. Untuk identifikasi dengan teknologi biometrik maka data keluaran adalah nomor ID pengguna. Biasanya transmisi data menggunakan protokol Wiegand, RS-232, RS-485 ke panel kontrol. Tipe standar ini adalah jenis akses kontrol reader yang paling banyak digunakan.

  2. Semi-intelligent readers

    Jenis akses kontrol readers ini memiliki semua input dan output yang diperlukan untuk mengendalikan pintu seperti mengunci, door contact dan tombol keluar tapi tidak membuat keputusan akses. Ketika pengguna menempelkan kartu atau memasukkan PIN, maka pembaca akan mengirimkan informasi tersebut ke pengendali utama dan menunggu responnya. Jika sambungan ke pengendali utama terganggu maka pembaca akan berhenti bekerja atau fungsi dalam mode terdegradasi. Pembaca semi-cerdas ini biasanya terhubung ke panel kontrol melalui RS-485.

  3. Intelligent Readers

    Tipe reader ini memiliki semua input dan output yang diperlukan untuk mengendalikan perangkat keras pintu juga memiliki memori dan daya proses yang diperlukan untuk membuat keputusan akses independen. Seperti halnya Semi-intelligent readers, tipe ini terhubung ke panel kontrol melalui RS-485. Panel kontrol mengirimkan update konfigurasi dan mengambil data transaksi dari pembaca. Ada juga Intelligent Readers tipe terbaru yang disebut IP readers (pembaca IP). Sistem pembaca IP ini biasanya tidak memiliki panel kontrol tradisional dan pembaca berkomunikasi langsung ke PC yang bertindak sebagai host.

    Beberapa pembaca mungkin memiliki fitur tambahan seperti layar LCD, kamera / speaker / mikrofon untuk interkom, smart card read/write support, dan tombol fungsi dengan tujuan pengumpulan data seperti clock-in / clock-out untuk laporan absensi karyawan.