Desain Sistem CCTV : Survey Lokasi dan Pemilihan Peralatan

by cctvman4dminmast3r, Februari 15, 2016

Desain Sistem CCTV

Setelah melalui tahap perencanaan maka tahap selanjutnya adalah desain sistem CCTV. Sistem Desain CCTV ini dibuat sebagai proses untuk memastikan kebutuhan dan harapan pelanggan dalam sistem CCTV yang harus digunakan. Desain harus memperhitungkan berbagai kebutuhan di lokasi yang diidentifikasi.

  1. Alur Kerja

    Alur Kerja Desain Sistem CCTV

  2. Survey Lokasi

    Pengertian Survey CCTV

    Sebuah survei lokasi CCTV harus dilakukan untuk mengetahui detil spesifik dari suatu lokasi bersama dengan persyaratan operasional. Lokasi harus ditetapkan dan didokumentasikan pada rencana instalasi. Tingkat detail yang diperlukan yaitu jumlah, jenis kamera dan posisi kamera.

    Pencahayaan

    Survei lokasi harus mempertimbangkan pencahayaan. Mungkin diperlukan survey pada waktu siang dan juga malam hari tergantung kebutuhan. Survei CCTV harus mengidentifikasi daerah-daerah di mana pencahayaan mungkin perlu disesuaikan atau ditambah. Kemudian dilakukan pemilihan kamera dan lensa yang cocok untuk operasi di bawah tingkat cahaya yang diusulkan.

    Kinerja sistem CCTV akan tergantung pada tingkat cahaya yang tersedia. Batas tingkat cahaya untuk instalasi CCTV dinyatakan dalam satuan lux. Dalam beberapa kasus jumlah cahaya menggunakan satuan foot-candles. Satu foot-candles adalah sekitar sepuluh lux. Tingkat lux ini hanya berlaku untuk spektrum cahaya tampak dan tidak relevan dengan sistem inframerah. Tabel dibawah ini menunjukkan nilai lux pada berbagai kondisi cahaya.

    • Siang hari yang cerah: 10.000 – 100.000 lux
    • Siang hari mendung: 500 – 10.000 lux
    • Senja: 5 – 500 lux
    • Malam hari dengan penerangan lampu jalan: 1 – 5 lux
    • Malam terang bulan (tanpa lampu jalan): 0,01 – 1 lux
    • Malam gelap (tanpa bulan dan lampu): 0,0001 – 0,01 lux

    Pertimbangan Lainnya

    Survei CCTV harus digunakan untuk menentukan posisi semua sistem peralatan utama bersama dengan persyaratan perlindungan lingkungan bila diperlukan. Survei lokasi harus mempertimbangkan daya dan perangkat interkoneksi bersama dengan penyediaan pasokan listrik lokal, routing kabel, koneksi wireless, dll. Selama survei harus dipertimbangkan bagaimana peralatan akan dipasang dan dianalisa hal lain seperti aksesibilitas, waktu akses, penutupan sementara sewaktu peralatan sedang diinstal dan juga aksesibilitas untuk perawatan CCTV nantinya.

  3. Seleksi Peralatan

    Pengertian Pemilihan Peralatan CCTV

    Selama desain sistem dan pemilihan peralatan harus di pertimbangkan spesifikasi komponen individu dan , kompatibilitas dan kinerja komponen bila digunakan satu sama lain. Pertimbangan harus mencakup faktor lingkungan misalnya efisiensi penggunaan listrik, pembuangan barang-barang yang telah terpakai, dan pengendalian bahan berbahaya. Pemilihan peralatan harus sesuai untuk mencapai kebutuhan operasional apakh untuk memantau, mendeteksi, mengamati, mengenali, mengidentifikasi, atau memeriksa.

    Kamera dan Lensa

    Kamera dan lensa harus dipilih yang kompatibel dan mampu menjangkau semua area yang akan diawasi dengan mempertimbangkan semua objek yang ada di lokasi.
    Jenis-jenis kamera CCTV yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan operasional.

    Sensitivitas Cahaya

    Ada banyak jenis kamera yang tersedia untuk aplikasi yang berbeda. Satu kamera yang menghasilkan gambar yang baik pada siang hari mungkin tidak tampil jelek saat gelap. Sebaliknya kamera yang cocok untuk kondisi cahaya rendah mungkin tidak bisa bekerja baik dengan cahaya inframerah.Tingkat cahaya yang tersedia akan memiliki pengaruh besar pada pilihan kamera. Biasanya sensitivitas kamera diukur dalam kondisi laboratorium sehingga mungkin tidak cocok dengan kondisi lingkungan nyata. Mungkin ada sedikit perbedaan antara kamera resolusi tinggi dan penurunan nilai sensitivitas.

    Kamera warna akan merespon dengan cara yang mirip dengan mata manusia tetapi juga akan membutuhkan tingkat cahaya yang lebih tinggi untuk memberikan sinyal video penuh dibandingkan dengan kamera monokrom. Kamera monokrom dan day/night kamera removable IR cut filter memiliki berbagai tingkat respon terhadap merah dan inframerah tergantung pada perangkat pencitraan yang digunakan.

    Ketika memilih kamera untuk aplikasi tertentu harus dipertimbangkan jenis sumber cahaya dan respon spektral perangkat pencitraan selain reflektansi dan lensa. Wide dynamic range atau WDR kamera dapat membantu mengkompensasi variasi yang besar dari pencahayaan di tempat kejadian dan secara bersamaan memberikan eksposur yang diperlukan di daerah terang dan gelap dari gambar. Dynamic range menggambarkan kemampuan untuk mendapatkan detil yang cocok dari gambar dengan berbagai tingkat cahaya. Mata manusia secara cerdas mampu menangkap detail dalam berbagai kondisi pencahayaan. Sementara kamera yang disesuaikan dengan benar dapat bekerja baik pada beragai kondisi tetapi belum tentu bekerja baik di semua kondisi tanpa dilakukan penyesuaian terlebih dahulu.

    Misalnya pada suatu lokasi di beberapa area mungkin memiliki nilai lux 100 sementara dibagian lain memiliki tingkat lux mendekati 10.000. Jika kamera disesuaikan untuk mencapai hasil yang optimal pada nilai 20 – 200 lux maka pada daerah dengan 10.000 lux maka detail tidak akan terlihat. Baru-baru ini teknologi telah dikembangkan yang memungkinkan rentang dinamis diperpanjang sehingga satu gambar dapat memiliki detail yang baik di daerah yang sangat terang dan juga sangat gelap. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan perbaikan desain sensor atau dengan perangkat lunak pengolah yang lebih canggih.

    Pemilihan jenis lensa yang tepat sama pentingnya dengan pemilihan kamera. Kinerja lensa yang buruk secara signifikan akan mengurangi kinerja keseluruhan sistem. Untuk beberapa aplikasi, kamera thermal imaging yang merespon panas yang terpancar dari target daripada menggunakan cahaya pantul mungkin tepat digunakan.

    Bidang pandang (Field of view)

    Pemilihan peralatan harus memastikan bidang pandang (Field of view) sesuai dengan persyaratan operasional sistem.

    Penerangan (iluminasi)

    Tergantung pada pilihan peralatan kamera dan persyaratan operasional sistem maka mungkin diperlukan pencahayaan tambahan. Dalam memilih penerangan tambahan perlu dipertimbangkan posisi, pola cahaya, pemeliharaan, kerusakan sumber cahaya dengan usia, refleksi yang tidak diinginkan, jenis pencahayaan dan switching.

    Housings and mountings

    Semua peralatan yang dipasang harus sesuai dengan kondisi lingkungan. Housing atau rumah kamera haru mampu memberikan perlindungan terhadap pertikel debu, air dan kondisi lingkungan khusus seperti anti-korosif atau tahan ledakan. Mounting bracket atau tiang harus mampu mendukung berat kamera dan perangkat terkait. Ingatlah bahwa pergeseran kecil pada tiang ketika kamera melakukan zoom pada target yang jauh akan menghasilkan gerakan dengan derajat yang besar.

    Pertimbangan harus diberikan untuk kondisi lingkungan ekstrim di mana peralatan membutuhkan fitur tambahan seperti pemanas, wiper dan lain-lain. Perlindungan terhadap pukulan, goresan, semprotan atau api harus ditangani dengan menggunakan kombinasi spesifikasi housing khusus dan penempatan posisi yang tepat.

    PTZ (Pan-Tilt-Zoom)

    Hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kamera PTZ adalah berikut:

    • Besar nilai maksimum yang diperlukan dan sudut rotasi yang mampu dicapai.
    • Blind spots akan ada saat unit PTZ tidak mmelakukan rotasi 360 derajat. Untuk mendapatkan pengawasan area seluruhnya dibutuhkan kamera PTZ yang mampu berotasi terus menerus.
    • Kecepatan rotasi yang diperlukan untuk melacak objek.
    • Nilai maksimum beban yang mampu ditopang.

    Daya Listrik (Powering)

    Pertimbangan yang harus dilakukan juga meliputi kebutuhan daya sistem seperti:

    • Sumber daya listrik.
    • Tegangan.
    • Back up saat mati lampu.

    Bila menggunakan tenaga Power over Ethernet (PoE) perlu dipertimbangkan kebutuhan potensial PoE daya tinggi untuk kamera tertentu terutama yang memiliki iluminator built-in, pemanas atau PTZ bermotor. Untuk PoE juga harus mempertimbangkan faktor jarak kurang dari 90 meter untuk memberikan daya maksimum ke perangkat. Jarak yang lebih besar akan mempengaruhi kinerja kabel termasuk bandwidth.

    Kinerja Video

    Peralatan dan desain sistem harus mempertimbangkan kebutuhan untuk mencapai kinerja sebagaimana tercantum dalam persyaratan operasional. Ini mencakup frame rate, resolusi dan kualitas gambar baik langsung maupun yang direkam baik untuk pemantauan dan untuk analisis video secara otomatis.

    Degradasi kinerja sistem karena resolusi dan pengurangan kualitas yang disebabkan transmisi dapat dihindari dengan memindahkan analisis ke perangkat (misalnya kamera atau encoder). Kinerja dapat dipengaruhi oleh kemampuan transmisi video.

    Penyimpanan

    Total kebutuhan penyimpanan untuk merekam CCTV harus diperkirakan sebelum sistem dipasang sehingga kapasitas hard drive yang sesuai dapat ditentukan. Sangat penting untuk memastikan kapasitas cukup tersedia sehingga tidak perlu ada kompromi pada kualitas gambar atau waktu retensi. Kebutuhan penyimpanan akan tergantung pada faktor-faktor seperti penyimpanan video saja atau video dan audio, frame size, jumlah frame per detik yang diperlukan , jumlah kamera, bit rate video dan audio stream, periode retensi, persyaratan ketahanan penyimpanan (misalnya mirroring atau RAID), dan overhead sistem operasi.

    Display

    Perangkat presentasi display harus dipilih setelah mempertimbangkan kondisi pemantauan ruang kontrol atau ruangan lain dan menentukan kebutuhan CCTV apakah untuk mengidentifikasi, mengenali, mendeteksi atau memantau. Juga harus dipertimbangkan apakah display juga digunakan untuk melihat peta, denah lantai, daftar perangkat, status sistem, kondisi alarm, dll. Tampilan dan resolusi layar yang dipilih harus sesuai dengan resolusi kamera dan resolusi video yang ingin dihasilkan.

    Untuk permukaan layar yang lebih besar, resolusi layar yang efisien dapat didefinisikan sesuai dengan ukuran minimum pixel yang terlihat. Ukuran dan resolusi layar display harus dipertimbangkan bersamaan dengan ukuran layar yang direkomendasikan. Operator yang berada pada jarak yang cukup jauh mungkin tidak dapat membedakan detil gambar pada monitor resolusi tinggi berukuran kecil. Ketika menampilkan gambar yang banyaka gerakan seperti lalu lintas, maka display refresh rate dan resolusi harus disesuaikan dengan sumber gambar.

  4. Proposal Sistem Desain CCTV termasuk Site Plan

    Setelah survei lokasi dan Kebutuhan Operasional (KO) selesai sistem CCTV dapat dirancang dan Proposal Sistem Desain dibuat. Bila KO tidak tersedia misalnya pada kasus sistem CCTV yang tidak kompleks CCTV, maka proposal dibuat sebagai bagian dari proses untuk memastikan kebutuhan, harapan pelanggan. Proposal akan membentuk dasar dari perjanjian antara perusahaan CCTV dan pelanggan dalam hal sistem CCTV yang harus digunakan. Pada tahap yang tertentu, pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan yang diusulkan akan memenuhi kebutuhan operasional pelanggan. Persyaratan dan tes pencocokan prosedur operasional penting untuk menilai apakah sistem dapat memenuhi tujuan.

    Desain harus memperhitungkan berbagai kebutuhan dan lokasi yang diidentifikasi pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini site plan harus dibuat termasuk lokasi untuk berbagai komponen kunci seperti kamera (termasuk bidang pandang), posisi PTZ, detektor (termasuk jangkauan dan cakupan), ruang kontrol, pasokan listrik, interkoneksi, dll. Proposal desain sistem harus sesuai kondisi yang akan digunakan. Sebagai contoh jika sistem akan digunakan pada kondisi baik siang dan malam kondisi maka tes terpisah harus dilakukan untuk kedua kondisi cahaya yang berbeda tersebut.

    Site plan dapat menggunakan CAD atau sketsa tangan dengan gambar beranotasi yang diambil oleh kamera digital bila diperlukan. Bila sistem CCTV dimonitor dari jarak jauh, salinan dari site plan harus diberikan kepada operator dan rencana tersebut harus diproduksi dalam format yang dapat diterima. Setiap perubahan site plan, rencana instalasi, desain sistem harus dimasukkan pada dokumentasi final dan harus mencakup izin perubahan dan resiko/masalah/catatan yang timbul selama proses instalasi.

  5. Kemampuan transmisi Video (termasuk wireless)

    Kemampuan transmisi video menggambarkan transfer video dari perangkat capture (kamera) ke perangkat tampilan (atau software), alat perekam (atau software) atau perangkat penyimpanan menggunakan jaringan. Jaringan ini mungkin berupa kabel atau wireless. Jaringan dapat menggabungkan metode transmisi yang berbeda, misalnya analog atau IP.

    Ketika menggunakan jaringan kabel dan nirkabel, pertahanan terhadap pelanggaran diperlukan untuk melindungi pengguna dan memastikan bahwa sistem transmisi video tidak rentan terhadap serangan dari luar. Jaringan tersebut juga bisa digunakan sebagai sarana penetrasi network lain untuk mendapatkan informasi rahasia.