Perlunya CCTV di Tempat Penitipan Anak

Perlunya CCTV di Tempat Penitipan Anak

Perlunya CCTV di Tempat Penitipan Anak

Instalasi CCTV di tempat penitipan anak kini menjadi sangat penting di Korea. Pusat penitipan baru khususnya untuk anak di bawah usia 6 sekarang diwajibkan untuk memasang CCTV sementara tempat penitipan yang sudah ada sedang diberi tenggang waktu tiga bulan untuk segera memasang kamera pengawas tersebut. Revisi peraturan UU tentang perawatan bayi dan anak kecil ini mulai berlaku pada 19 September mengatur tentang perlunya instalasi CCTV resolusi tinggi di tempat anak-anak menghabiskan banyak waktu mereka. Daerah tersebut termasuk ruang kelas sekolah, ruang bermain dan taman bermain. Pusat penitipan anak juga diwajibkan untuk menyimpan rekaman video CCTV selama 60 hari. Pusat penitipan anak juga harus bekerjasama dengan permintaan orang tua atau dokter untuk melihat rekaman video yang ada kecuali rekaman telah dihapus setelah periode penyimpanan wajib tersebut berlalu.

Penyebab Perlunya Instalasi CCTV di Tempat Penitipan Anak

Publik sangat terkejut atas serangkaian kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di pusat penitipan anak awal tahun ini. Hal inilah yang menjadi penyebab perlunya instalasi CCTV di tempat penitipan anak. CCTV di pusat penitipan anak memiliki dua keuntungan. Pertama, adanya kamera sebagai sistem keamanan akan menghalangi dan mencegah terjadinya pelecehan atau penganiayaan pada anak. Kedua, video rekaman dapat digunakan sebagai bukti dalam laporan kepada pihak berwenang bila terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Perlunya CCTV di Tempat Penitipan AnakNamun pemasangan CCTV tentu tidak menghilangkan masalah pelecehan anak hingga 100%. Bahkan banyak pekerja di pusat-pusat penitipan anak dan aktivis berusaha melawan kewajiban instalasi CCTV ini dengan alasan melanggar privasi para pekerja. Oleh karena itu penggunaan kamera pemantau dibatasi hanya ke daerah-daerah di mana anak-anak banyak menghabiskan waktu.

Kelemahan CCTV lainnya adalah bahwa kecuali ia dimonitor secara real time, tindakan penganiayaan yang sedang terjadi tidak dapat langsung dihentikan. Pengalaman dengan pemasangan CCTV di sekolah menjadi contohnya. Kamera yang dipakai untuk mencegah bullying bila tidak ada operator yang memantau monitor CCTV secara langsung, maka ia hanya memiliki sedikit nilai untuk menghentikan terjadinya kejahatan. Bahkan bullying di sekolah akan tetap terjadi dengan berpindah tempat ke daerah yang tidak ada CCTV-nya.

Memang CCTV hanya sebagai alat bantu. Perubahan yang lebih mendasar harus dilakukan dengan perbaikan mental para pekerja yang mengurus anak-anak yang dititipkan kepadanya. Program perawatan anak universal gratis pemerintah telah menyebabkan lonjakan permintaan yang menyebabkan penurunan kualitas layanan perawatan anak. Alih-alih membuat penyedia layanan penitipan anak yang merasa sedang diperlakukan sebagai penjahat potensial, pemerintah harus memperbaiki kondisi kerja dan memastikan bahwa hanya orang-orang terbaik yang memenuhi syarat untuk mengurus generasi penerus masa depan kita.

Tinggalkan Balasan

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}
WhatsApp Chat us