Teknik Analisis Fingerprint Terbaru Untuk Menganalisis Residu Kimia pada Sidik Jari

Teknik Analisis Fingerprint Terbaru Untuk Menganalisis Residu Kimia pada Sidik Jari

Teknik Analisis Fingerprint Terbaru Untuk Menganalisis Residu Kimia pada Sidik Jari

Lembaga penegak hukum menguji teknologi yang menganalisis residu kimia pada sidik jari

Beberapa lembaga penegak hukum AS sedang menguji teknik analisis fingerprint (sidik jari) terbaru untuk menganalisis residu kimia pada sidik jari yang diambil dari tersangka atau dari sidik jari yang tertinggal di TKP. Teknik analisis Fingerprint Molecular Identification (FMID) adalah proses menggunakan serbuk berbasis silika khusus untuk menangkap dan menganalisa residu sidik jari yang dapat digunakan untuk membuat profil molekul tersangka kriminal. Peneliti yang menggunakan teknologi ini akan dapat menghilangkan sidik jari tertentu dari TKP yang tidak dibutuhkan sehingga lebih sedikit sampel untuk diuji DNA nya. Teknik analisis ini akan menghemat waktu dan uang.

Teknik Analisis Fingerprint (sidik jari)

Teknik Analisis Fingerprint Terbaru Untuk Menganalisis Residu Kimia pada Sidik JariTeknologi ini menggunakan permukaan-direkayasa, bubuk SupraNano berbasis silika untuk menangkap residu kimia pada sidik jari dan spektrometri massa untuk menganalisis residu. Meskipun para ilmuwan sebelumnya telah menggunakan bubuk untuk menganalisis sidik jari, penggunaan bubuk SupraNano akan menghasilkan gambar yang lebih jelas dan kontras. Dengan menggunakan proses FMID, lembaga penegak hukum dapat mengungkapkan jenis kelamin tersangka, dan apakah ia menggunakan tembakau, obat-obatan dan obat-obatan terlarang, hingga bahan peledak.

Teknik analisis fingerprint ini mampu mendeteksi informasi tersebut sampai satu bulan setelah sidik jari ditinggalkan. Selain itu, tim peneliti juga masih menguji kemampuan membaca sidik jari kiri yang ditinggalkan setahun yang lalu. Teknik FMID akan memberikan penyidik, jaksa dan lembaga pemerintah alat baru yang kuat untuk mengidentifikasi individu. Teknologi fingerprint yang belum pernah digunakan sebelumnya ini akan memberdayakan penyelidikan dan pengumpulan bukti ilmiah yang tak terbantahkan sehingga menghemat waktu dan uang. Analisis fingerprint FMID untuk nikotin dan penggunaan narkoba rencana akan bisa digunakan pada akhir tahun, sementara aplikasi FMID untuk penentuan jenis kelamin dan bahan peledak akan tersedia pada kuartal pertama tahun 2016.

Tinggalkan Balasan

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}
WhatsApp Chat us