Teknologi Pengenal Wajah Terbaru Tahun 2015

Teknologi Pengenal Wajah Terbaru Tahun 2015

Pro dan Kontra Teknologi Aplikasi Pengenal Wajah

Teknologi Pengenal Wajah Terbaru Tahun 2015

Teknologi Pengenal Wajah Berkembang Pesat di Cina

Pelanggan menggunakan interface teknologi pengenal wajah terbaru di sebuah bank di ChinaAplikasi teknologi pengenal wajah terbaru telah berkembang pesat di Cina setelah pendiri Alibaba e-commerce raksasa menunjukkan aplikasi “Smile to Pay” pada pameran perdagangan CeBit teknologi di Hanover, Jerman pada Maret lalu. Aplikasi tersebut memvalidasi pembayaran mobile dengan menggunakan teknologi pengenal wajah (face recognition). Dalam era teknologi informasi saat ini, teknik untuk mengidentifikasi individu secara efektif terus berkembang dan telah menjadi perhatian yang semakin mendesak di masyarakat. Melihat potensi yang besar dari pasar untuk teknologi pengenal wajah ini, beberapa perusahaan teknologi Cina telah berinvestasi dalam pengembangan perangkat lunak pengenalan wajah tersebut.

Sistem pengenalan wajah adalah aplikasi komputer untuk secara otomatis mengidentifikasi atau memverifikasi seseorang dari gambar digital atau dari sumber video. Pengenalan wajah memiliki rentang aplikasi yang sangat luas dan biasanya digunakan dalam sistem keamanan. Aplikasi pengenal wajah akan membantu pengguna smartphone, tablet atau perangkat lain untuk mengganti password pada account pengguna dan dapat digunakan oleh pedagang untuk mengumpulkan data demografis penting. Dalam bidang penegakan hukum, teknologi ini dapat membantu dalam identifikasi orang yang sedang dicari di perbatasan atau bandara.

Banyak perusahaan telah mengembangkan sistem pembayaran dengan pengenalan wajah. Ini akan memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi online cukup dengan mengambil foto untuk otentikasi data. Melalui sistem aplikasi, user akan dapat menghubungkan data wajah mereka ke rekening bank atau kartu kredit dan melakukan pembayaran walaupun tanpa menggunakan password atau smartphone. Sistem pembayaran ini telah mencapai tingkat akurasi 99,5% di Labeled Faces in the Wild (LFW), database foto wajah yang dirancang untuk mempelajari masalah pengenalan wajah.

ATM Menggunakan Teknologi Pengenal Wajah

Sebuah mesin ATM baru buatan Cina telah menggunakan nomor PIN dan pengenalan wajah. Ketika beroperasi, mesin baru tersebut akan mencatat nomor seri dari setiap catatan transaksi perbankan. ATM dikembangkan oleh perusahaan teknologi dari Hangzhou. Mesin ATM baru ini rencananya juga akan digunakan di bank-bank dan kantor polisi setempat untuk mencegah insiden pencurian kartu. Seorang pelaku yang ingin menarik uang dari kartu ATM curian tidak akan dapat melakukannya walaupun mereka telah mengetahui password pemilik aslinya.

Mesin ATM dilengkapi dengan kamera yang akan membandingkan wajah pengguna dengan ID foto untuk proses verifikasi. Menurut pengembang mesin ini, kecepatan transaksi akan lebih tinggi dari ATM yang ada saat ini di Cina. Yang perlu diperhatikan, jumlah serangan pada pengguna kartu ATM di seluruh dunia telah mencapai tingkat tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

Tongkat Pengenal Wajah Bagi Orang Buta

Tongkat pengenal wajah bagi orang butaPeneliti tersebut masih dalam proses membangun “Xplor” sebuah tongkat pengenal wajah pintar yang tertanam dengan kamera, perangkat lunak dan GPS. Ide ini adalah untuk menanamkan kemampuan komputer ke dalam tongkat yang telah lama dianggap sebagai bantuan mobilitas bagi tunanetra yang terjangkau dan efektif.

Bagi orang buta, untuk bergerak ke suatu tempat akan melibatkan lebih dari menghindari rintangan fisik.Yang menjadi tantangan adalah ketika Anda tidak selalu yakin siapa saja yang ada di sekitar Anda. Para peneliti di Birmingham City University Inggris, sedang berusaha untuk mengatasi masalah itu dengan membuat desain tongkat yang akan membantu tunanetra untuk mengenali orang dari jarak 10 meter.

Kamera dan Cara Kerja Tongkat Pengenal Wajah

Kamera yang terletak tepat di bawah pegangan tongkat pengenal wajah memiliki sudut pandang lensa 270 derajat yang mampu menangkap gambar di lingkungan pengguna. Perangkat lunak yang ada akan menarik database foto dari layanan seperti Gmail dan Outlook (dan rencananya untuk juga menggunakan sosial media seperti Linkedin). Anda juga dapat menambahkan wajah ke database yang diinginkan dengan mengambil foto dengan kamera pada tongkat tersebut.

Begitu kamera mengenali seseorang, perangkat lunak akan mulai memindai wajah untuk melihat apakah ada kecocokan dengan database. Jika gambar yang dipindai sesuai potret dalam database, nama yang bersangkutan dan lokasi akan diberitahukan ke pengguna tongkat. Informasi ini disampaikan melalui ear-piece bluetooth, yang menggunakan getaran untuk menyampaikan informasi dan untuk mengurangi gangguan pendengaran.

Fitur tambahan tongkat pengenal wajah seperti GPS, akan memungkinkan tunanetra untuk menavigasi arah dengan lebih mudah (misalnya untuk berbelok ke kiri pada persimpangan selanjutnya). Teknik image-capture yang sama juga membantu orang buta mengidentifikasi dan menghindari manuver hambatan fisik di sekitarnya.

Saat ini pengembangannya masih tetap sederhana untuk membantu para tunanetra dengan apa yang benar-benar dibutuhkan. Para peneliti ini memiliki rencana untuk mengembangkan Xplor dan mendapatkan dana dari investor untuk mengubahnya menjadi produk komersial.

Teknologi pengenal wajah terbaru ini memiliki potensi untuk memecahkan masalah nyata yang dialami oleh orang-orang buta, terutama pada pertemuan sosial besar atau acara networking. Dengan alat ini anda dapat menyapa orang yang Anda kenal saat Anda sedang berjalan ke suatu tempat.

Facebook Meluncurkan Aplikasi Photo Sharing Dengan Teknologi Pengenal Wajah Terbaru

Facebook Meluncurkan Aplikasi Photo Sharing Dengan Teknologi Pengenal Wajah TerbaruMenurut berita terbaru, Facebook telah meluncurkan aplikasi baru “Moments” yang menggunakan teknologi pengenal wajah untuk memeriksa seluruh gambar wajah agar lebih mudah untuk berbagi. Setelah aplikasi dibuka, semua gambar preview akan dikategorikan oleh peristiwa. Kategorisasi dibuat terutama dengan bantuan data-waktu tertentu. Setelah aplikasi telah mengenali seseorang, ia akan memberikan opsi untuk berbagi gambar tertentu dengan mereka. Pengguna juga dapat menambah teman secara manual, bila aplikasi gagal untuk mengenali gambar wajah seseorang.

Facebook telah meluncurkan aplikasi Moments di Amerika sebagai aplikasi pendamping untuk Facebook di Google Android dan Apple iOS. Semua gambar akan secara otomatis disimpan dalam album pribadi yang terpisah, di mana penerima juga dapat berkontribusi. Media sosial raksasa tersebut terus bekerja secara aktif untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dengan meluncurkan berbagai aplikasi dan fitur. Sebelumnya facebook telah meluncurkan fitur-fiturnya yang dikenal sebagai “Instant Article” untuk alasan yang sama. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mencari, bernavigasi, dan membaca seluruh artikel tanpa menutup browser. Aplikasi ini dirilis oleh raksasa media sosial tersebut untuk meningkatkan jumlah rata-rata pengguna bulanannya.

Menurut berita terbaru, raksasa media sosial facebook tengah menghadapi tekanan dari Komisi Privasi Belgia, karena mereka menganggap Facebook saat ini tidak sesuai dengan undang-undang privasi yang ada di sana. Saham Facebook turun 1,01% dan diperdagangkan pada $ 80,71 pada penutupan Senin. Namun saham telah meningkat sebesar 1,88% pada tahun ini.

Pro dan Kontra Teknologi Aplikasi Pengenal Wajah

Pro dan Kontra Teknologi Aplikasi Pengenal WajahPro dan kontra teknologi aplikasi pengenal wajah terus berlangsung antara pendukung privasi dengan perusahaan teknologi. Industri teknologi saat ini terus mengumpulkan data biometrik penggunanya tanpa seizin mereka. Jika perusahaan mengumpulkan data wajah seseorang, maka institusi penegak hukum (seperti FBI) juga akan mencoba untuk mendapatkan akses ke data tersebut.

Sebagai akibat kemajuan teknologi dan aplikasi pengenalan wajah, pemerintahan Obama telah memperkenalkan Hak Privasi Konsumen. Gedung Putih juga memfasilitasi pembicaraan antara pendukung konsumen dengan industri untuk membuat aturan dalam penggunaan teknologi aplikasi pengenalan wajah. Tapi rencana aturan mengenai privasi telah terhenti di Kongres. Dan setelah 16 bulan, para pendukung hak konsumen menuduh industri tidak menerima prinsip persetujuan konsumen.

Kasus Facebook vs Licata

Di negara bagian Illinois, seorang pria bernama Carlo Licata telah mengajukan gugatan class action terhadap Facebook karena adanya pilihan Tag Suggestions. Fitur Tag Suggestions diperkenalkan pada tahun 2010 dengan menggunakan aplikasi pengenal wajah. Jaringan sosial terbesar di dunia tersebut memiliki database foto yang diupload oleh lebih dari satu miliar pengguna aktif. Database wajah manusia akan dibandingkan dengan template yang disimpan dalam database-nya. Berdasarkan perbandingan, aplikasi akan menganjurkan user untuk men-tag atau mengidentifikasi seseorang secara publik foto yang posting pengguna dalam album mereka.

Tidak seperti kebanyakan daerah Amerika Serikat lainnya, Illinois dan Texas memiliki hukum yang disebut Biometric Information Privacy Act (BIPA), yang mengharuskan perusahaan untuk memperoleh persetujuan dari konsumen sebelum mengumpulkan data biometrik mereka. Gugatan class action tersebut menuduh Facebook menyembunyikan penggunaan perangkat lunak untuk mengumpulkan informasi biometrik dari para penggunanya. Ini adalah kasus pertama yang diajukan berdasarkan hukum BIPA tersebut. Dan menurut para pakar, bila penggugat menang maka ia akan menghasilkan efek yang cukup besar pada industri. Mungkin tidak secara internasional, tapi setidaknya efeknya akan terasa di Amerika Serikat.

Facebook juga sedang mengembangkan perangkat lunak yang lebih canggih yang disebut DeepFace, yang mampu mengidentifikasi seseorang dengan tingkat akurasi 97,35 persen. Nilai tersebut hampir seakurat mata manusia. Facebook juga memperkenalkan aplikasi smartphone yang disebut Moments hari Senin lalu. Hal ini memungkinkan orang untuk membuat grup pribadi dan menyelaraskan foto mereka dengan perangkat. Aplikasi ini menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi anggota kelompok dalam suatu foto.

Tentu saja Facebook tidak sendirian dalam mengembangkan teknologi semacam ini. Dengan aplikasi pengenal wajah NameTag, siapa pun yang membawa smartphone atau memakai Google Glass seharusnya dapat mengidentifikasi seseorang hanya dengan mengambil fotonya. Microsoft juga sedang mengembangkan aplikasi pengenal wajah pada toko yang mengenali wajah orang yang berbelanja dan juga menyimpan data untuk target iklan berdasarkan preferensi para konsumen.

Salah satu kekhawatiran adalah sebagai akibat perusahaan komersial yang terus mengembangkan teknologi ini, pemerintah akan tertarik untuk menggunakannya pada aplikasi keamanan. FBI sudah membangun database biometrik yang disebut Identification Next Generation (NGI). Saat ini, pusat kota diawasi oleh kamera CCTV. “Sebagian besar dari rekaman yang ditangkap masih kurang jelas dan diambil dari atas sehingga masih sulit untuk mengidentifikasi orang. Tapi di masa depan masalah tersebut akan bisa diperbaiki. Ada potensi teknologi pengenalan wajah ini akan terhubung langsung ke dalam sistem-sistem CCTV.

Saat ini, kebijakan persetujuan untuk mengumpulkan data biometrik dan menggunakan teknologi pengenalan wajah masih bervariasi di tiap perusahaan. Facebook memiliki kebijakan opt-out, yang berarti pengguna harus secara aktif memberitahu jaringan sosial tidak menggunakan data biometrik mereka. Sementara pada Google dan Microsoft, secara default pengguna tidak berpartisipasi dalam pengumpulan data biometrik.

Tinggalkan Balasan

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}
WhatsApp Chat us