Teknologi Pengenalan Wajah Untuk Memerangi Terorisme

Teknologi Pengenalan Wajah Untuk Memerangi Terorisme

Teknologi Pengenalan Wajah Untuk Memerangi Terorisme

Australia akan Meningkatkan Teknologi Pengenalan Wajah Untuk Memerangi Terorisme

Pemerintah Australia berencana untuk meningkatkan penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam strategi kontra-terorisme. Namun hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan bagaimana teknologi tersebut akan digunakan di kepolisian dalam kehidupan sehari-hari. Rencana bernilai kurang lebih 18,5 juta Australia Dolar ini diumumkan pekan lalu oleh Menteri Keadilan Michael Keenan dan menteri yang membantu perdana menteri pada bidang anti-terorisme. Keenan mengatakan teknologi ini akan memungkinkan penegak hukum untuk mencocokkan foto orang yang tidak dikenal dengan foto-foto di catatan pemerintah, seperti paspor dan SIM. Tujuannya adalah untuk membantu dengan cepat mencari nama dari wajah tersangka teroris, pembunuh, perampok bersenjata dan penjahat lainnya.

Kebijakan ini datang seiring dengan amandemen pemerintah untuk Migrasi Perubahan (Penguatan Integritas Biometrics) pada akhir Agustus 2015. Undang-undang ini akan mengumpulkan data biometrik pada warga negara Australia dan non-warga di perbatasan. Amandemen ini diharapkan akan menambah catatan lebih dari 100 juta wajah.

Kekhawatiran akan Masalah Privasi

Timbul sejumlah kekhawatiran tentang efektivitas kebijakan ini dan dampaknya terhadap privasi individu. Jika paspor, kartu kredit, PIN atau nomor pajak di hack, mereka dapat diganti dengan mudah. Namun tidak demikian halnya dengan wajah kita. Jika database biometrik ini di-hack, informasi dapat berpotensi disalahgunakan oleh penjahat atas selama hidup Anda. Pemerintah Austrakia menegaskan akan melindungi privasi ini tetapi tidak memberikan banyak detail apakah catatan pengenalan wajah tidak akan disimpan dalam database terpusat. Sebaliknya, database akan disimpan oleh institusi yang berpartisipasi, yang dapat dengan mudah mencapai catatan seseorang. Tapi apakah cara itu efektif? Dan apa resikonya bagi privasi dan hak asasi manusia?

Teknologi Pengenalan Wajah Untuk Memerangi TerorismePenelitian saat ini menunjukkan bahwa teknologi pengenal wajah terbaru masih terkendala dengan tingkat kesalahan dan ketidakakuratan. Gambar yang ditangkap melalui CCTV atau platform media sosial masih terhambat oleh pencahayaan yang buruk atau sudut wajah yang tidak pas sehingga seringkali sulit untuk menemukan perbandingan yang akurat. Misalnya hasil rekaman CCTV dari tersangka pemboman Boston Marathon tidak cukup jelas untuk mengidentifikasi para teroris ini. Juga tidak jelas berapa banyak penggunaan pengenalan wajah yang membantu polisi melakukan penangkapan dalam kehidupan nyata. Untuk akurasi, FBI melaporkan masih memiliki tingkat kesalahan sebesar 20% untuk Program Identifikasi Next Generation nya.

Teknologi Pengenal Wajah

Teknologi pengenal wajah telah menjadi bagian dari militer dan intelijen operasi di luar negeri seperti konflik di Afghanistan dan Irak. Teknologi ini terus berkembang hingga perangkat genggam mobile seperti tablet, smartphone dan bahkan kamera. Penggunaan identifikasi pengenalan wajah pada kepolisian memungkinkan penegak hukum menghentikan seorang individu hanya untuk memeriksa dan mengumpulkan gambar wajah mereka. Teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang di sebuah demo politik, event olahraga atau konser musik.

Resiko Keamanan Pada Teknologi Pengenal Wajah

Pemerintah Australia sedang berusaha meredakan keprihatinan tentang privasi ini dengan bersikeras bahwa kemampuan tidak akan menjadi database terpusat. Tapi catatan jaringan terpadu sebenarnya lebih rentan terhadap serangan. Satu-satunya cara untuk benar-benar memastikan privasi adalah untuk membatasi penggunaan setiap catatan biometrik. Jika memang harus digunakan, sebaiknya hanya untuk tujuan yang sangat spesifik.

Tinggalkan Balasan

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: initial;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}
WhatsApp Chat us