Nadiem: Masa depan pendidikan bukan di tangan saya, tapi di tangan guru

Program Guru Memotivasi yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat pujian dari beberapa guru di Kota Sorong, Papua Barat.

Salah satu tanggapan positif datang dari Elisa Kalasoni, calon guru, saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim SD Negeri 109 berkunjung ke Kota Sorong.

“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Menteri yang telah memperkenalkan program pendidikan

bagi peserta pelatihan guru yang baru pertama kali. Program ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru karena ada materi yang menyegarkan kembali apa yang sudah kami miliki,” ujar Elisa. dalam perbincangan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (1/2/2021).

“Namun ada juga materi baru yang memperkaya dan mendukung tugas kami dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kami di sekolah,” kata Elisa.

Baca Juga: Viral, Video Pembongkaran Chip KTP Elektronik, Menyebut Seseorang Bisa Dilacak. Ini penjelasan Dukcapil

Elisa mengatakan dua modul program instruktur mengemudi yang diluncurkan dari Oktober 2020 hingga Februari 2021 telah selesai.

Modul pertama membahas filosofi pendidikan tentang bagaimana seorang guru harus melayani siswa.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Pada modul kedua yaitu pembelajaran, mempersiapkan pelajaran untuk kepentingan siswa dengan menyusun perangkat pembelajaran yang didasarkan pada kebutuhan belajar.

“Melalui program mobilisasi guru, kami sangat bersyukur ada 15 calon peserta pertandingan pertama di Kota Sorong dari Provinsi Papua Barat. Kendala yang kita hadapi saat ini adalah jaringan internet yang cenderung naik turun,” ujarnya.

Baca Juga: Sebelum Dibunuh, Penjual Sayur Memohon Pembebasannya Sambil Banyak Meneriaki Anak Saya

Didampingi Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, Nadiem mengungkapkan rasa bangganya kepada calon guru di Kota Sorong yang menunjukkan semangat luar biasa.

“Untuk calon guru first mover angkatan pertama ada sebanyak 2.800 orang. Namun dalam hati kami berharap dengan adanya peristiwa luar biasa ini dapat menjelaskan kepada para guru bahwa belajar seminar bukanlah guru yang baik,” ujar Nadiem.

Baginya, guru yang baik adalah guru yang selalu mengutamakan murid-muridnya agar dapat memahami apa yang diajarkan.

Nadiem juga sangat terharu saat mendengar reaksi para guru terhadap program tersebut.

Pasalnya, program pindah guru baru saja dimulai.

“Masa depan pendidikan bukan di tangan saya, tetapi di tangan para guru. Itu menyentuh saya dan membuat saya optimis bahwa perubahan mungkin terjadi, ”kata Nadiem.

LIHAT JUGA :

https://voi.co.id/
https://4winmobile.com/
https://mesinmilenial.com/
https://ekosistem.co.id/
https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/
https://laelitm.com/
https://www.belajarbahasainggrisku.id/
https://www.chip.co.id/
https://pakdosen.co.id/
https://duniapendidikan.co.id/